kerja diluar ruangan sambil liat tirani hujan yang semakin lama semakin kecang belomba menerpa bumi
udara segar mulai berubah mejadi udara yang dingin menusuk keselasela jari.
kilatan petirpun terlihat jelas yang tak lama diikuti oleh gelegar suara teriakan sang langit.
tenang kawan tenang aku masih duduk tenang disini. menikmati secangkir kopi.
tenang tenang kawan aku masih duduk tenang disini menikmati alunan harmoni sang langit.
butiran air hujan yang silih bergantian mengajak daun daun dipohon itu ikut bergoyang siiring dengan semakin derasnya hujan turun.
sssttt , glek glek glek ku minum lagi kopi ku.
hujan masih deras turun.
mulai ku coba pejamkan mata, rasakan, bayangkan.
aku berdiri di tanah lapang itu mebiarkan butiran hujan menerpaku,
berlari kesana kemari,
teriakan semua isi hati
hingga saat aku lelah nanti ,
akukan berbaring ditanah lapang itu , masih biarkan hujan menerpaku,
karena ku tau
"HUJAN TAKAN MELUKAIKU"

No comments:
Post a Comment