gurauan ini bermula dari sebuah status bbm yang dibuat oleh kawanku yang bertulis:
"indonesia ketinggalan jauh , mungkin saat kalah kelelahan jadi alasannya. berdoa sajalah" .
lalu aku koment :
"asal yakiin pasti semua bisa. :)"
dan kawanku pun membalasnya.
"Yakin? Tapi batur punya hak tolak? Hayo? Yakin tapi maksa moal bahagia sok."
("yakin?tapi orang punya hak tolak? yakin tapi maksa tidak bahagia")
entah apa yang ia maksud, dan pikiran liarku perlahan muncul, namun ku coba mematahkan pikiran liarku dengan bertanya?
"(ngebahas apa ini?)"
"Nya mun lelah merjuangkeun tapi euh jawaban nu buled mah kumaha atu hii
dan ku coba menjawab :
("iya kalau lelah memperjuangkan tapi tidak ada jawaban pasti bagaimna") (ujar kawanku)
"Berarti keyakinana tidak cukup besar buat merjuangkeun ssuatu itu...
keyakinan yg benar insyalloh takan bersifat memaksa...
karena keyakinan dalm memperjuangkan ssuatu haruslah berlandaskan dengan keyakinan diri pada sang pemilik seluruh alam.."
kawanku:
Lain yakinna ("bukan yakinnya"), tapi lawanna yakin tidak kepada yang memperjuangknnya? Naha saukur narima karena karunya (kenapa hanya karena kasihan), menghargai atau kepaksa kitu. Da mun lawanna kapaksa mah moal bahagia,(kalau lawanya kepaksa tidak akan bahagia) kitu ih maksudna teh.
mungkin yang iya maksud dalam merjuangin sesuatu hal kita tidaklah bisa memaksa "lawan" , bukankah kita tak ingin diterima hanya karena iba darinya, atau hanya sekedar menghargai dan terpaksa saja. semuanya itu tidak akan bahagia.
"Mungkin" (jawabku)
*Rotfl*
"Sepertinya kau tau lebih akan sesuatu?
Tpi tenang aku takan memaksamu memberitauku...
Dan jika kamu tak tau akupun bisa memintamu tak memaksaku untuk memberitaumu..."
aku :
Kalau kita bisa kembali lagi pada pengertian keyakinan yg benar.. tentang keyakinna yg berlandaskan pada sang pemilik alam ini.. kita bisa menarik sebuah kesimpulan tentang bgaimana kita menyikapi sebuah perjuangan dan apa yg kita perjuangkan semua ttp harus di landasi kpada kekuasaanNYa.. jadi kurang tpat bila sebuah perjuangan hanya dinilai dari hasil akhirnya... karena hanya Dialah yg berhak untuk memutuskannya..
Kawanku :
Keren, berarti yakin juga harus dilandasi kedekatan kita terhadap pemilik alam ya. Kalau hanya yakin tapi jauh dari penguasanya mungkin tidak akan mulus dan hasil akhirnya semu. Karena pasangan yang kita dapat adalah cermin kita juga, gitukan ;;)
entah kenapa aku merasa kan sesuatu yang aneh dari pembicaraan ini, entahlah mungkin hanya sangkalanku saja atau memang dy tau sesuatu?
Tpi tenang aku takan memaksamu memberitauku...
Dan jika kamu tak tau akupun bisa memintamu tak memaksaku untuk memberitaumu..."
Jodoh pasti bertemu." (kawanku)
"Semoga malam ini semua tentang orang tua mu terlintas, mereka lebih sabar menunggu kebahagiaan yang akan kau ciptakan daripada kesabaranmu memperjuangankan hal lainnya. Jika masih tetap ingin memperjuangkan hal yang lain, jangan pernah teteskan air mata ketika orang tua tidak ada, kamu terlambat bsk." (kawan)
No comments:
Post a Comment