Wednesday, June 17, 2015

Guraan dengan Kawan Lama

gurauan ini bermula dari sebuah status bbm yang dibuat oleh kawanku yang bertulis:
"indonesia ketinggalan jauh , mungkin saat kalah kelelahan jadi alasannya. berdoa sajalah" .

lalu aku koment :
"asal yakiin pasti semua bisa. :)"

dan kawanku pun membalasnya.
"Yakin? Tapi batur punya hak tolak? Hayo? Yakin tapi maksa moal bahagia sok."
("yakin?tapi orang punya hak tolak?  yakin tapi maksa tidak bahagia")

entah apa yang ia maksud, dan pikiran liarku perlahan muncul, namun ku coba mematahkan pikiran liarku dengan bertanya?

"Ngabahas naon yeuh.hehe"
"(ngebahas apa ini?)"

"Nya mun lelah merjuangkeun tapi euh jawaban nu buled mah kumaha atu hii
("iya kalau lelah memperjuangkan tapi tidak ada jawaban pasti bagaimna") (ujar kawanku)

dan ku coba menjawab :
"Berarti keyakinana tidak cukup besar buat merjuangkeun ssuatu itu... 
keyakinan yg benar insyalloh takan bersifat memaksa... 
karena keyakinan dalm memperjuangkan ssuatu haruslah berlandaskan dengan keyakinan diri pada sang pemilik seluruh alam.."

kawanku:
Lain yakinna ("bukan yakinnya"), tapi lawanna yakin tidak kepada yang memperjuangknnya? Naha saukur narima karena karunya (kenapa hanya karena kasihan), menghargai atau kepaksa kitu. Da mun lawanna kapaksa mah moal bahagia,(kalau lawanya kepaksa tidak akan bahagia) kitu ih maksudna teh.
mungkin yang iya maksud dalam merjuangin sesuatu hal kita tidaklah bisa memaksa "lawan" , bukankah kita tak ingin diterima hanya karena iba darinya, atau hanya sekedar menghargai dan terpaksa saja. semuanya itu tidak akan bahagia.

aku :
Kalau kita bisa kembali lagi pada pengertian keyakinan yg benar.. tentang keyakinna yg berlandaskan pada sang pemilik alam ini.. kita bisa menarik sebuah kesimpulan tentang bgaimana kita menyikapi sebuah perjuangan dan apa yg kita perjuangkan semua ttp harus di landasi kpada kekuasaanNYa..  jadi kurang tpat bila sebuah perjuangan hanya dinilai dari hasil akhirnya... karena hanya Dialah yg berhak untuk memutuskannya..

Kawanku :
Keren, berarti yakin juga harus dilandasi kedekatan kita terhadap pemilik alam ya. Kalau hanya yakin tapi jauh dari penguasanya mungkin tidak akan mulus dan hasil akhirnya semu. Karena pasangan yang kita dapat adalah cermin kita juga, gitukan ;;)

"Mungkin" (jawabku)

*Rotfl*

entah kenapa aku merasa kan sesuatu yang aneh dari pembicaraan ini, entahlah mungkin hanya sangkalanku saja atau memang dy tau sesuatu?

"Sepertinya kau tau lebih akan sesuatu?
Tpi tenang aku takan memaksamu memberitauku...
Dan jika kamu tak tau akupun bisa memintamu tak memaksaku untuk memberitaumu..."


"Aku cuma pernah merasakan semuanya" (kawanku)

"Ya sudahlah anggap saja gurauan .. bila memang ada yg bisa disimpulkan ambil saja yg sekiranya kita butuhkan dan sekiranya bisa membantu kita untuk tumbuh lebih baik lagi..." (aku)

"Hanya waktu yang akan menjawab, rasa yang menjelaskan dan kedewasaan yang akan didapat." (kawanku)


"Dan waktu juga bisa membawa kita pada ketidakjelasan dan waktu juga bisa membuat kita hanya akan menua.. ingat tuhan kita pernah bicarakan waktu dalam kitab yg kita imanni menunjukan berapa berpengaruhnya wktu untuk kita.. berhati hati dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin itu mungkin lebih bijak yg bisa kita lakukan.." (aku)


"Itu kamu tau, memperjuangkan cinta terhadap lawan jika hanya membawa pada ketidakjelasan buat apa, kita menua, sementara orang yang memberikan cinta terhadap kita kadang tidak terlirik, saya bisa menangis jika cerita pengalaman sesungguhnya, saya begini hanya ingat orang tua kita masih ada dan memberikan cinta yang sesungguhnya dengan ikhlas.
Jodoh pasti bertemu."
(kawanku)


Entahlah sejak awal kita mulai gurauan ini aku merasa anda mengethui sesuatu atau bahkan aku meresakan sedang bergurau dengan dia yang mana anda sebut lawan..  entahlah apa itu.. yg jlas ini seakan pengingat  untuku yg kini sedang mnjadi kepongpong..  aku tak ingin  yg kusampaikan berikutnya hanya akan ada sangkalan sangkalan saja... namun indah jika yg kita perjuangkan itu yg justru menjadi perekat hubungan cinta  keluarga yg karena keterbatasanku tercipta retakan yg smkin lama melebar dan aku sudah temukan perekat itu dalam dri yang anda sebut lawan itu...  dan untuk mengakhiri gurauan ini seperti yang ku katakan tadi aku takut hnya akan keluar sangkalan sangkalan dari sikapku saja..  dan kita tarik saja kesimpulan seperti yg terakhir anda katakan... jodoh pasti bertemu ...


"Lawan itu wanita, tidak terpaku pada satu orang, jika lawannya pria ya terserah, cuma sebagai teman yang pernah mengalami manis pahitnya sebuah perjuangan hanya sekedar berbagi saja, saya lebih mementingkan cinta terhadap orang tua, maka saya tegaskan cinta terhadap lawan itu membuat lelah, bukan hanya sekedar ingin mendapatkan, tapi status yang semu itu "pacaran" belum tentu membahagiakan, saat ini pun saya lupa apa itu perjuangan untuk lawan, yang saya tau saat ini hanya perjuangan untuk orang tua, selagi ada, mereka tidak pernah lelah untuk saya, tapi saya di buat lelah oleh lawan, lawan memberikan timbal balik yang tidak seutuhnya bahkan meragukan, meski yakin bertriliun persen belum tentu yang saat ini diperjuangkan jodoh, maka ketika saya tahu itu, saya hidup untuk orang tua saya, saya tidak ingin menyesal waktu yang membuat ketidakpastian dan membuat saya menua tidak menciptakan senyuman kebahagiaan dirumah sederhana ini, saya tidak bisa membayangkan kehilangan orang-orang yang memperjuangkan untuk seperti ini, memberikan cintanya, terkecuali kamu memposisikan kepada lawan sebagai orang tua, tidak pernah menuntut untuk dibalas namun ikhlas. Itu pilihan hidup." (kawan)
"Semoga malam ini semua tentang orang tua mu terlintas, mereka lebih sabar menunggu kebahagiaan yang akan kau ciptakan daripada kesabaranmu memperjuangankan hal lainnya. Jika masih tetap ingin memperjuangkan hal yang lain, jangan pernah teteskan air mata ketika orang tua tidak ada, kamu terlambat bsk."
(kawan)



Terimakasih kawan ingin tetap bersua namun sudahlah aku masih menganggapmu tau sesuatu.. maaf bila anggapanku yg keliru.. terimakasih atas sudut pandang yg ku dapat dari anda malam hari ini .. semoga waktu akan mempertemukan kita dalam gurauan lain  ..


Terimakash...

No comments:

Post a Comment