Kini malamku jadi siang, dan siangkupun menjadi ngantuk :).
Oh ya pasti kalian tau kue nastarkan?
Kue yang mengisi ruang bening diatas meja, yang kadang dirindukan seminggu sebelum lebaran dan diabaikan sehari setelah lebaran. Kue yang tak terlalu besar cendrung kecil, dan tak asin cendrung manis :).
Kali ini ada yang berbeda, kini aku dapat bukan di hari lebaran, melaikan di tanggal 27 desember tepat pukul 17:07 wita dikurangi satu jam.
Kue nastar kali ini kuperoleh dari ibu perantauanku yang luar biasa baiknya, tak kalah dengan ibu kandungku meski harus aku akui ibu prantauanku aga lebih dari ibu kandungku khususnya dalam segi umur :).
Sepanjang malam aku makan satu persatu kue nastar itu, hingga aku sadar sudah terdengar suara adan subuh.
Saat aku hendak beranjak dari kursi kerjaku aku lihat ada satu nastar yang tersisa dan setengah gelas kopi hitam disampingnya, danketika aku hendak melahapnya tiba tiba aku termenung, entahlah, mungkin aku fikir akan ada rindu yang lama tertahan setelah ku gigit nastar ini lalu lidah ini segera mengidentifikasi rasa nastar terakhirku, dan otak ini menerjemahkan dan mensave datanya,lalu data dikirim ke hati dan hatipun mulai merindukanya.
Langit gelap yang kusebut malampun kini segera berakhir beriringan dengan nastarku yang terakhir. Bagaikan bintang, nastarkupun ikut hilang, bersamaan malam yang berakhir.
Dan menurutku Mungkin karena itu kenapa kue ini di beri nama "naSTAR" :)
Alvikuye
Bandung,28 12 15
04:28
No comments:
Post a Comment