Monday, December 14, 2015

Pesona indah, akang tukang lahang

Ada yang berbeda di pagiku kali ini, sedikit bising dengan lalu lalang kendaraan yang melintas namum seakan enggan kalah, simfoni pagi khas pedesaan berlomba saling mengisi kedua telinga ini.
Matahari perlahan di katrol naik ke atas dengan iringan suara kendaraan yang di padukan dengan simfoni pagi pedesaan bagaikan upacara bendera di hari senin.
Bedanya kita ga perlu pakai topi dan dasi karena ga akan ada pengawas upacara yang akan ngehukum kita.
Di tengah aku asyik menikmati pagiku, lewatlah seorang kakek sambil memanggul dua bambu besar dan ember hitam yang didalamnya ada 4buah gelas bening di tutupi daun pandan.
Di setiap langkah ke-5  ya kadang juga di langkah ke 7 dia teriak "lahang",  "lahang" ya udah aku juga teriak "akang, akang". Dan dypun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arahku dengan pesona indahnya membuat pagiku semakin indah.
Pria yang tak muda lagi itupun segera menghampiriku masih dengan pesona yang sama.
Tak lama segera iya tuangkan air lahang itu ke dalam gelas. Tpi tak lama iya menyikapkan tangan segera menghapus air matanya, entah apa yang trjadi ku pikir kakinya tertusuk duri tpi pas aku lihat ga kenapa napa, lalu kiluliat lagi tangannya juga ga kenapa napa. Sontak akupun bertanya pada pria yang tidak muda lagi itu.
" punteun kang, kunaon?"
Dan dypun menjawab , "dulu mah bapa aden hampir tiap hari mesen lahang,bapa inget dulu pas aden masih kecil juga sering minum lahang, klo aden masih tidurpun pasti dibangunin dulu".
Tak lama ibu aku keluar, sambil bilang " nah bapakmu dulu hampir tiap hari kanu lahang teh".
Sory ibuku emang ngomongnya indo sunda gituh buat yang kurang ngerti sory ya hehe.
Disaat bapa itu cerita banyak panjang lebar tentang masalalu, dan kisah kasih bersama alm ayahku, aku bingung harus ngapain , ikutan nangis air matanya masih belum ada, maklum klo pagi air mata masih beku belum cair.he
Ya udah aku putuskan aja buat lanjutin minum lahangnya.
Oh iya buat yang belum tau lahang, lahang iti sejenis minuman tradisonal yang alami langsung dari pohon aren, ya kaya bahan buat gula merah gitu.
Tapi kadang banyak yang bilang lahang itu tuaknya orang sunda, beuh itu salah banget lahang ini ga memabukan sama sekali ko, justru kalau minum ini tiap hari bakalan sehat, liat aja si mamang yang jualanya , walau memikul beban yang lumayan berat dan melakukan perjalannan jauh tetep aja sehat.
Tadinya aku pengen nulis khasiatnya apa aja, berhubung aku serching belum ada yang menjelaskan jadi ya udah kalian percaya aja ya bahwa lahang itu menyehatkan :).
Untuk harganya sangat murah ko, segelasnya cuma 2000rupiah, kenapa aki bilang murah, ya coba kalian fikirin dan itung, untuk ngambil air itu dy harus pergi kehutan, udah gtu dy harus jalan jauh buat menjajahkannya ke calon pelanggan berjalan sambil bawa tanggungan dagangannya.
Oh iya ada yang menarik saat kita udah bayar dan kasih uangnya dy pasti ngusapin ke kedua bambu tempat lahang itu di bawa. Dan yang pasti masih dengan pesona indahnya :)
Alvikuye
Tasikmalaya,
14/12/15 06:19

No comments:

Post a Comment