0:18
Aku masih terjaga diruang 3x4meter.
Hari kini tak lagi minggu berganti dengan senin, baru saja waktu memberi tau ku, ya baru saja 18belas menit yang lalu.
Di menit ke 18 ini aku ingat kini 17pun berganti dengan tanggal 18 meski bulannya masih sama januari,aku ingat sesuatu dimana 23 tahun yang lalu bidan mengeluarkan sesosok perempuan yang hanya tau dua huruf o dan a. Sesosok perempuan yang kini di umurnya ke 23tahun sudah lengkap menghafal semua huruf bahkan ia pandai merangkainya. Perempuan yang selalu ku tunggu senyumannya yang tak satupun orangpun mengingkari kenyataan bahwa perempuan ini begitu cantik.
Hampir setiap tahun ku tunggu hari ini, dimulai ketika tuhan mengenalkanku pada perempuan ini.
Sebelum aku lanjutkan boleh yah aku ganti kata perempuan menjadi kata gadis, bukan apa apa, biar tak banyak huruf yang harus ku sentuh.
Oke lanjut.
Aku selalu menunggu waktu ini, dimana aku menjagakan diri agar aku bisa menjadi yang pertama mengingatkan umurnya telah berkurang.
Hampir setiap tahun pula aku siapkan kejutan untuk membuatnya tersenyum bahagia, aku selalu sisihkan uang jajanku hanya untuk pembelikan sesuatu yang bisa ku beri berharap iya sudi untuk memberikan senyumannya kepadaku.
Ya hampir tiap tahun aku lakukan itu, meski dengan cara dan hadiah yang berbeda.
Tpi sayang mungkin di tahunnya yang ke 22 itu tanggal 18 ku yang terakhir.
Kini tak ada lagi kejutan , tak ada lagi hadiah untuknya.
Bahkan mungkin takan ada lagi kesempatan untukku hanya sekedar mengirimkan pesan untuk mengingatkannya akan berkurang jatah umurnya kini.
Tapi biarlah, ini janjiku padanya, konsekuensi atas sebuah pilihan dari sebuah jalan yang aku pilih untuk membuatnya bahagia.
Lewat kedua ujung jariku , ku coba mengurutkan beberapa huruf, meski tak bisa ku sampaikan langsung padamu, biarlah ,kini ucapan dan doa ini hanya bisa ku sampaikan kepada penguasa malam. Untukmu, untuk kebahagian mu, dan untuk sebuah senyum yang selalu ku tunggu.
Di menit ke 43 lagi lagi aku harus mengakhiri tulisan ini, karena aku tau penguasa malam maha mendengar dan maha mengabulkan doa hambanya maka dari itu ku biarkan raga ini berbaring, mata ini mulai menutup , serta mulut dan hati berkata "bissmikaAllohhumaahya wabismika amut" amiin..
Aku masih terjaga diruang 3x4meter.
Hari kini tak lagi minggu berganti dengan senin, baru saja waktu memberi tau ku, ya baru saja 18belas menit yang lalu.
Di menit ke 18 ini aku ingat kini 17pun berganti dengan tanggal 18 meski bulannya masih sama januari,aku ingat sesuatu dimana 23 tahun yang lalu bidan mengeluarkan sesosok perempuan yang hanya tau dua huruf o dan a. Sesosok perempuan yang kini di umurnya ke 23tahun sudah lengkap menghafal semua huruf bahkan ia pandai merangkainya. Perempuan yang selalu ku tunggu senyumannya yang tak satupun orangpun mengingkari kenyataan bahwa perempuan ini begitu cantik.
Hampir setiap tahun ku tunggu hari ini, dimulai ketika tuhan mengenalkanku pada perempuan ini.
Sebelum aku lanjutkan boleh yah aku ganti kata perempuan menjadi kata gadis, bukan apa apa, biar tak banyak huruf yang harus ku sentuh.
Oke lanjut.
Aku selalu menunggu waktu ini, dimana aku menjagakan diri agar aku bisa menjadi yang pertama mengingatkan umurnya telah berkurang.
Hampir setiap tahun pula aku siapkan kejutan untuk membuatnya tersenyum bahagia, aku selalu sisihkan uang jajanku hanya untuk pembelikan sesuatu yang bisa ku beri berharap iya sudi untuk memberikan senyumannya kepadaku.
Ya hampir tiap tahun aku lakukan itu, meski dengan cara dan hadiah yang berbeda.
Tpi sayang mungkin di tahunnya yang ke 22 itu tanggal 18 ku yang terakhir.
Kini tak ada lagi kejutan , tak ada lagi hadiah untuknya.
Bahkan mungkin takan ada lagi kesempatan untukku hanya sekedar mengirimkan pesan untuk mengingatkannya akan berkurang jatah umurnya kini.
Tapi biarlah, ini janjiku padanya, konsekuensi atas sebuah pilihan dari sebuah jalan yang aku pilih untuk membuatnya bahagia.
Lewat kedua ujung jariku , ku coba mengurutkan beberapa huruf, meski tak bisa ku sampaikan langsung padamu, biarlah ,kini ucapan dan doa ini hanya bisa ku sampaikan kepada penguasa malam. Untukmu, untuk kebahagian mu, dan untuk sebuah senyum yang selalu ku tunggu.
Di menit ke 43 lagi lagi aku harus mengakhiri tulisan ini, karena aku tau penguasa malam maha mendengar dan maha mengabulkan doa hambanya maka dari itu ku biarkan raga ini berbaring, mata ini mulai menutup , serta mulut dan hati berkata "bissmikaAllohhumaahya wabismika amut" amiin..
18 01 2015
Alvikuye
0:18
Alvikuye
0:18
No comments:
Post a Comment