15:11
Aku mulai coba menulis apa yang aku rasa.
Tempat dimana orang sakit bereuni.
Aku kini duduk di kursi ke 3 depan ruang oprasi.
Orang yang ku selalu sebut dalam doa untuk bahagia kini terkulai di ranjang putih khas rumah sakit.
Entah apa yang aku rasa kini, saat aku coba mulai mengikhlaskan dan menghilang darinya angin mengantarkan kabar duka ini sampai ke layar 4 inciku.
Tanpa berfikir panjang aku bergegas untuk pergi ke kotanya.
Entahlah, entah karena panik atau apa, aku sempat datang kerumah sakit yang salah, dan juga naek angkot yang salah. Tpi akhirnya aku sampai, melihat senyumnya untuk pertama kali setelah lama takku lihat. Banyak yang berubah darinya tapi syudahlah.
Aku saling sapa , seperti awal kita ketemu , dengan panik yang ada aku coba menyairkan suasana, aku tanya gimana wisudanya, dan beberapa obrolan kosong tanpa makna yang biasa aku lakukan. Aku sengaja tak menanyakan kabarnya , sakit apa, dll mungkin aku masih di program untuk tetap membuatnya tersenyum maka dari itu aku coba untuk tak menanyakannya :).
Disini, ya masih disini dikursi ke 3 dari pintu ruang oprasinya aku duduk, masih dengan rasa panik, meski aku tak tau operasi apa yang sekarang dy jalani.
Doa selalu ku panjatkan, meski aku tak tau doa apa yang harus aku baca, surat pendek yang aku hapal sudah aku baca, sebentar sih karena aku tak banyak hapal.
Ya Alloh aku tau dy akan bahagia saat aku pergi, dan saat aku kembali dypun kulihat bahagia, tpi kenapa Kau beri penyakit ini hingga membuatku harus duduk di kursi ini,. YaAlloh aku tau dy sudah bahagia, dan akupun sudah janji untuk tak menemuinya lagi, tapi maaf aku harus mengikarinya, karena aku ingin memastikan bahagia. Ya Alloh aku tau kau yang lebih tau segalanya, dan aku juga tau tanpa izinMu aku takan bisa sampai disini. Aku mohon kebahagian selalu untuknya, dan kini Kau sudah tunjukan kebahagiaanya dengan kehadiran seseorang yang lama sudah ia dambakan. Ya Alloh bila ini hari terakhirku bertemu dengannya, pastikan karena aku yang sudah pergi dan kau tak izinkan aku untuk bertemu dengannya. Tapi ya Alloh tolong lancarkan operasi yang sedang berlangsung dan selalu berikan kesehatan padanya agar aku tenang untuk memastikannya bahagia.
Dan akhirnya di jam15:31 aku akhiri tulisan ini, hanya kesembuhan dan kebahagiaan yang aku minta kini. Untuknya, ya untuknya .
Aku mulai coba menulis apa yang aku rasa.
Tempat dimana orang sakit bereuni.
Aku kini duduk di kursi ke 3 depan ruang oprasi.
Orang yang ku selalu sebut dalam doa untuk bahagia kini terkulai di ranjang putih khas rumah sakit.
Entah apa yang aku rasa kini, saat aku coba mulai mengikhlaskan dan menghilang darinya angin mengantarkan kabar duka ini sampai ke layar 4 inciku.
Tanpa berfikir panjang aku bergegas untuk pergi ke kotanya.
Entahlah, entah karena panik atau apa, aku sempat datang kerumah sakit yang salah, dan juga naek angkot yang salah. Tpi akhirnya aku sampai, melihat senyumnya untuk pertama kali setelah lama takku lihat. Banyak yang berubah darinya tapi syudahlah.
Aku saling sapa , seperti awal kita ketemu , dengan panik yang ada aku coba menyairkan suasana, aku tanya gimana wisudanya, dan beberapa obrolan kosong tanpa makna yang biasa aku lakukan. Aku sengaja tak menanyakan kabarnya , sakit apa, dll mungkin aku masih di program untuk tetap membuatnya tersenyum maka dari itu aku coba untuk tak menanyakannya :).
Disini, ya masih disini dikursi ke 3 dari pintu ruang oprasinya aku duduk, masih dengan rasa panik, meski aku tak tau operasi apa yang sekarang dy jalani.
Doa selalu ku panjatkan, meski aku tak tau doa apa yang harus aku baca, surat pendek yang aku hapal sudah aku baca, sebentar sih karena aku tak banyak hapal.
Ya Alloh aku tau dy akan bahagia saat aku pergi, dan saat aku kembali dypun kulihat bahagia, tpi kenapa Kau beri penyakit ini hingga membuatku harus duduk di kursi ini,. YaAlloh aku tau dy sudah bahagia, dan akupun sudah janji untuk tak menemuinya lagi, tapi maaf aku harus mengikarinya, karena aku ingin memastikan bahagia. Ya Alloh aku tau kau yang lebih tau segalanya, dan aku juga tau tanpa izinMu aku takan bisa sampai disini. Aku mohon kebahagian selalu untuknya, dan kini Kau sudah tunjukan kebahagiaanya dengan kehadiran seseorang yang lama sudah ia dambakan. Ya Alloh bila ini hari terakhirku bertemu dengannya, pastikan karena aku yang sudah pergi dan kau tak izinkan aku untuk bertemu dengannya. Tapi ya Alloh tolong lancarkan operasi yang sedang berlangsung dan selalu berikan kesehatan padanya agar aku tenang untuk memastikannya bahagia.
Dan akhirnya di jam15:31 aku akhiri tulisan ini, hanya kesembuhan dan kebahagiaan yang aku minta kini. Untuknya, ya untuknya .
Alvikuye
Rs guntur garut
7 januari 2016
Rs guntur garut
7 januari 2016
No comments:
Post a Comment