aku tiba di tegukan terakhir. Hanya tinggal ampas kopi didalam cangkir itu.
Manis gula yang kucampurkan pada kopi ini sudah habis, kunikmati dengan aroma kerinduan dan kepulan asap masalalu, ditambah dentingan sendok yang bersua dengan sisi gelas memecahkan kesunyian dalam ruang hati yang sedang lirih.
Jika patah hati itu sejenis kopi , maka akan ada cara untuk menikmati paitnya.
Dan jika patah hati adalah kesemrautan dari perasaan, bukankah kadang lukisan abstrak itu juga masih bisa dinikmati.
Kawanku pernah bilang "saat kau patah hati kadang kita bisa menjadi lebih bijak" entah lah mungkin iya, mungkin juga tidak semua tergantung dari kacamata apa yang akan kita pakai, saat kita pakai kaca mata hitam semua akan terlihat gelap, dan jika kita memakai kacamata yang bersih dan jernih kita akan melihat serupa apa yang terlihat dan lebih jelas.
Seorang motivator pernah berkata "kita tidak melihat sesuatu begitu saja, tapi kita melihat sesuatu sesuai dengan persepsi kita".
Patah hati memang menyakitkan. patah hati bukan hanya untuk ditangisi, Tapi kita bisa nikmati dan rayakan. Karena mungkin saat itu tuhan sedang menunjukan cintanya, dan memberitaukan skenario nya, bukankah tuhan adalah sebaik baiknya sutradara dalam hidup kita 😀
Alvikuye
19oktober 16
11:19
No comments:
Post a Comment