Sunday, October 15, 2017

Kau adalah energen

Aku kini duduk di salah satu persimpangan jalan kota kembang.
Kota yang membuat ragaku terlihat, suaraku terdengar dan pola fikirku terpahami..
Kota yang membuat mimpiku menjadi ramai mengalahkan hiruk pikuknya jalanan dikota ini..
Kota yang membuat langkah tak pernah mengenal lelah, melangkah terarah menuju ujung mimpi yang cerah..
Hingga suatu ketika kala mimpi mulai tak searah kaki melangkah menimbulkan lelah, hingga pada akhirnya langkah ini hilang arah..
Akupun beranjak pulang dengan hati pasrah karena langkah yang hilang arah..
Hari berganti minggu minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun aku hanya terdiam, sembunyi bagai pecundang yang tak lagi memiliki impian dan harapan..
Menunggu keajaiban dibalik jendela kamar dengan segala ketakutan yang membuatku nyaman untuk diam..
Mengahabisakan waktu ditemanin beberapa cangkir kopi yang sengaja tak ku tambahkan extrak tebu hanya untuk terjaga dari ketakutanku bermimpi..
Hingga suatu hari kau hadir membawa sebuah harapan..
Kau bagai energen yang mengenalkanku rasa manis, dan tak hanya itu kaupun memberiku energi yang membuat langkah ini kembali melangkah dan genggaman tanganmu tak lelah menuntunku untuk menunjukan arah..
Seperti tetesan hujan aku tak tau harus sebanyak apa berterimakasih padamu..
Yang jelas langkah ini menemukan arah karenamu, dan karenamu langkah ini tak berhenti melangkah..

18-10-17
Bandung..

No comments:

Post a Comment