Okta : "akhir akhir ini aku sengaja tak menyapamu, memberi kesempatan kamu untuk menabung rindu, hingga tiba waktunya kita pecahkan celengan rindu itu bersama."
Nurma : "jadi kau akan pergi dan takan menyapaku okta?"
Okta : "ya sampai celengan itu tak lagi bisa menampung semua rindumu, aku akan segera datang membantumu memecahkan celengan itu"
Nurma : "kalau begitu kamu curang, dan apakah kamu tak memiliki rindu yang sama sepertiku saat kau tak menyapaku?"
Okta : "aku tetap merindumu, jauh jauh lebih merindu bahkan ketika hujan tak menyapa bumi aku sangat merindumu."
Nurma : " tapi aku ingin kamu yang seperti biasa, menyapaku saat senja akannhadir dan malam sebelum larut, aku rindu obrolan kecil kita meski kau kadang tak jelas, aku merindukan itu, sudah , sudah cukup okta, kembali lah kita pecahkan saja celengan ini sekrang, aku ingin kau yang seperti biasa, sungguh.. "
Okta : " ya sudahlah, pintamu adalah bahagiaku nurma, dan selamat malam nurma." (sapa okta sambil tersenyum.)
Alvikuye
16 04 18
Tasikmalaya
No comments:
Post a Comment