Okta dan nurma..
Okta : " jika hujan itu kamu aku pastikan takan ada satu bagian tubuhku yang ku biarkan kering"
Nurma : "loh kenapa, bukan kah nanti kau akan kedinginan lalu kau sakit"
Okta : " tidak, karena aku tau hujan takan pernah melukai, sama seperti dirimu aku percaya kau takan pernah bisa melukaiku, walau dengan kepergianmu aku masih bisa merayakannya, bersama 7 warna pelangi sehabis hujan itu reda."
Nurma : " jadi kau rela bila kepergianku jadi akhir kisah ini."
Okta : " ya kenapa tidak, toh semua pertemuan pastikan berakhir pada perpisahan, tinggal bagaimana kita menyikapi kepergian itu."
Nurma pergi, sambil menjaga bendungan air matanya agar tak meluap membasahi kedua pipinya..
Sementara okta, masih dengam egonya iya diam, menatap nurma yang semakin lama menghilang ditelan tirani hujan yang semakin lama semakin deras..
Sore itu senja begitu mengharukan.
Ketika hujan deras membuat semuanya jelas , hingga harus menyudahi sebuah kisah yang memang seharusnya tidak ada, dari cinta yang seharusnya segera di cabut sebelum berakar ditempat dimana cinta lama yang seharusnya tumbuh..
Kisah ini akan jadi awal, dari kisah okta dan nurma yang begtu singkat,.
Kini nurma dan okta terpisah, suaranya teredam suara gemuruh hujan, dan raga mereka terpisah dan menghilang diantara tirani hujan disenja dibulan april..
-
-
Alvikuye,
7 april 18
Tasikmalaya
Saturday, April 7, 2018
Okta dan nurma part 1
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment