Monday, March 26, 2018

0.31

0.31
waktu yang kulihat baru saja di jam tanganku yang masih terpasang.
entah lupa atau sekedar gaya jam ini masih saja melingkar di pergelangan tanganku.
26-maret-2018
tanggal yang baru, ya... baru saja iya berganti.
langit masih gelap, pagi belum datang dan malampun masih belum berpamitan pulang.
sayup sayup suara harmoni malam kini mulai terdengar jelas.
memecah keheningan , mencoba menghibur para bintang dan bumi yang baru saja di guyur hujan.
Dan aku, masih terjaga, mencoba membuka lembaran baru di jendela 14 inchi sebagai jendela duniaku yang telah lama ku tinggalkan.
kehadiramu saat itu yang memintaku untuk menghapus tulisan tulisanku, mampu membungkamku,. tapi saat ini di jam 0.44 aku coba memberanikan diri untuk kembali menyuarakan rasa ini. bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri,, bukan untuk mengiba sebuah rasa darimu, aku hanya ingin menghargai hatiku, merayakan meriahnya patah hati, di iringi genderang harapan yang hanya menjadi ilusi, dan gemerlapnya kenangan yang kini hanya menjadi angan.
0.51 aku sudah bingung harus menulis apa lagi di tulisan pertama ini, mataku mulai terasa berat, otakku hanya berpikir bagaimana aku harus secepatnya tidur, dan tubuh ini berontak ingin segera berbaring. maka di jam 0.53 aku coba tutup tulisan ini.
dan sekali lagi aku hanya mencoba memberanikan diri untuk kembali menyuarakan rasa ini. bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri,, bukan untuk mengiba sebuah rasa darimu, aku hanya ingin menghargai hatiku, merayakan meriahnya patah hati, di iringi genderang harapan yang hanya menjadi ilusi, dan gemerlapnya kenangan yang kini hanya menjadi angan.
-
-
-
-
-
-
alvikuye
tasikmalaya 26-03-18


No comments:

Post a Comment