9.46
aku duduk kembali di kursi meja kamarku yang sudah lama aku tak menempatinya.
10.10
aku baru saja selesai berbincang dengan tetanggaku, mang jajang namanya. iya sudah ku anggap sebagai saudaraku karena kalau ada apa apa aku selalu cerita padanya, begitupun dengan keluarganya akupun sudah dekat dengan mereka sejak lama. aku selalu cerita apapun padanya mulai masalah cinta , keluarga atau pekerjaan. atau sekedar masalah lampu di kamar yang mati aku cerita pada mang jajang :).
Mang jajang punya 3 orang putri yang cantik dan manis , syfa, alis, dan ara.
yang umur mereka masih pada muda, paling besar syfa kini baru kelas 6 sd. dan ara yang pling kecil baru berumur 3 tahun.
Mang jajang, adalah seorang pengusaha mie ayam dan es campur, mie ayamnya sudah sangat terkenal didaerahku apalagi es campurnya , saat bulan puasa hampir setiap sore es campurnya selalu ludes dibeli, bahkan pembeli rela antri untuk membeli es campur buatan mang jajang. walaupun begitu saat ini mang jajang hanya berjualan dibulan puasa karena keterbatasan waktu bekerja dikantor pnpm, yang pas disamping rumahku.
Mang jajang selalu punya jawaban dan pemikiran yang selalu membuat aku terkesan. entah itu perkara kehidupan, pekerjaan atau bahkan percintaan.
aku ingat dulu saat aku usaha morelinkku masih ada, dy adalah salah satu mentor terhebatku, dy membantu mulai dari pengembangan produk dari segi tekstur, rasa dan kemasan. bahkan dy pun banyak membantuku di segi sistem manajemen penjualan dan progres usaha aku kedepannya. mungkin mang jajang hanya lulusan sekolah dasar, namun pemahaman dalam segi usaha dan penjualan sungguh hebat.
dari mang jajang aku belajar, bagaimana pentingnya sebuah kejujuran, kerendah hatian, jiwa pantang menyerah dan selalu mensyukuri apa yang ada. dya tak pernah mengeluh tentang apa yang tuhan sudah berikan, selama kita masih berusaha selalu ada jalan.
seperti dimana dy bisa masuk dikantor pnpm ini, dulu dy hanya diberi gaji hanya ratusan ribu saja perbulan, sangat jauh untuk menghidupi keluarganya, ditambah lagi istrinya sedang mengandung de ara dulu yang pastinya perlu biaya lebih untuk mengurus kelahiran dan lain lainnya. tapi mang jajang selalu iklas menjalaninya. ketekunan dan keiklasannya kini membawa dy menjadi salah satu bagian penting di kantor pnpm ini, dengan latar belakng pendidikan yang hanya lulusan sd dan ijazahnya pun sudah ilang entah dimana, mang jajang sudah menunjukan kepada semua orang dan khususnya diriku bahwa apapun kita, siapapun kita, selama ada ketekunan, keiklasan, dan keinginan untuk terus berusaha akan selalu ada jalan, dan kuncinya selalu pegang teguh kejujuran dan ikhlas menjalani semuanya.
pria yang tak lepas dari penutup kepala itu entah topi atau peci dy akan selalu menjadi mentor didalam kehidupanku, pria yang biasa disapa mang jajang adalah salah satu orang terbaik yang dikirim tuhan untukku selalu mengaca diri agar menjalani kehidupan ini secara waras.
-
-
-
-
-
-
-
Alvikukuye
27-03-18
tasikmalaya
No comments:
Post a Comment