hari kemarin hujan membawa rindu semakin nyata, ya hujan yang pernah menahanmu di sini, memberi tambahan waktu untukku mengagumi lengkung indah bibirmu.
hujanpun membawa ingatanku kewaktu dimana sebuah ayunan di seberang jalan itu pernah mengayunkan ragamu, seraya angin, senyummupun mulai hadir, bersamaan sondtrack lagu cantik yang mungkin sengaja diciptakan untuk menggambarkan keindahan parasmu sore itu.
di titik henti ayunan yang berhenti mengayun, ku coba memberanikan diri menawarkan diri untuk duduk di jok depan motor yang akan membawamu pulang, sebenarnya aku ingin memboncengmu saat kita berangkat tadi, tapi nyali ini ciut.
sepasang rodapun kini mulai bergerak, memapas jarak yang sedari tadi hanya ada dalam imaji tersekat nyali yang ciut. ya, kini ragamu tepat di belakangku, tawamu sesekali begitu jelas terdengar, berlomba dengan angin yang riuh sepanjang perjalanan ini. meski hanya ada obrolan hemat, dan sedikit hal yang kita bicarakan, tapi itu cukup membuat pelangi tak lagi seiindah dulu, membuat pelangi tersipu malu, karena hadirmu dan senyummu jauh lebih indah daripada pelangi di penghujung senja.
-
-
-
alvikuye,
20-06-2018
#hutanpinuscidugaleun
www.alvikuye.blogspot.com
Wednesday, June 20, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment