Tuesday, July 5, 2016

Jodoh dan pilihan

Minggu 2 July,
Aku datang ke kotamu, kali ini bukan aku sebagai aku, bukan karena hati yang sudah berbalik tak melihatmu, bukan juga rindu yang hilang dalam gelapnya hati tanpa sinar.

Jarak yang sengaja kau cipta untukku melupa hanya meninggalkan rindu yang menggebu, jiwa yang menolak lupa, karena hati yang menjaga cinta.

Aku selalu percaya pada Tuturmu, bahkan ketika kau ragu pada apa yang kau tuturkan aku masih percaya pada ragumu, ketika kau memintaku untuk mengubah kau sebagai pilihan, akupun percaya ini yang terbaik. Karena cinta tak hanya soal memiliki tapi juga ada kalanya untuk mengikhlaskan, itulah yang kau katakan ketika ku tenggelam dalam lara.

Kenapa tak kau biarkan bunga itu tumbuh dan mekar. Membiarkan bahagia membahagiakanmu dengan ronanya, berjuang mekar meski layu menghantui seiring waktu yang berputar. Bunga yang baru saja terlihat kuncupnya kau segera petik, bahkan kau coba cabut dari akarnya merelakan tangan manismu terluka karena durinya, hanya karena ketakutanmu tak mampu tuk menjaga dan membalas perjuangannya.

Bila boleh ku mengutip kata katamu, "jodoh itu ketetapan, dan mencintai adalah pilihan"
aku percaya itu, dan maaf aku masih tetap menjadikanmu pilihan, meski kini caraku mencintaimu adalah menunggumu.

Alvikuye
Garut, 3 Juli 23.48
Simpang Lima garut

No comments:

Post a Comment