Monday, August 12, 2019

dua waktu

untuk hati yang patah mencintai kembali adalah sebuah anugrah.
aku sangat senang kata kata dari wira nagara diatas,
karena itulah yang aku rasakan.
merekatkan hati yang patah aku fikir itulah hal yang paling sulit, namun nyatanya membuka hati dan percaya pada hati yang baru jauh lebih sulit.

hingga aku tiba di suatu masa, dimana sosokmu hadir memenuhi obsesiku, melahirkan segala ambisi yang pada akhirnya tak pernah bisa terrealisasi.

sosok dari kisah masa kecilku yang mungkin tak pernah kau sadari aku begitu mengagumimu, tapi  siapa peduli sebuah rasa dari bocah ingusan dimasa itu.
kau adalah sosok yang paling aku tunggu di dua solat ied, karena satu satunya kesempatanku menatapmu hanya ada di dua waktu itu, mengagumimu dari subuah tatapan tanpa pernah telontar sebuah sapaan. namun bagiku itu cukup, dua waktu dalam setahunku mampu menjagaku tak henti mengagumimu.

waktu berlalu, entah apa yang membuatku bisa menyapamu untuk pertama kalinya, sepertinya semesta telah merencanakan ini dan memberikan kesempatan untukku bisa dekat denganmu, mengagumi senyummu yang indah dari dekat hingga aku kini tau berapa lama dan centi kau lengkungkan senyummu, belum lagi kini aku bisa tau nada indah tawamu, serta semua kisah luar biasa tentangmu yang begitu luar bisa.
aaaaah, kau taukan kini perasaanku...
belum lagi kau yang kembali mengenalkanku pada embun dan mentari yang malu malu di setiap hariku, kau membuat ku berdamai dengan hari seninku. dan segala sapamu yang membuat hariku tak sehampa seperti saat itu.

kesimpulannya kini aku kembali jatuh cinta dan mulai percaya pada sosokmu yang berhasil membuat aku bangkit dengan caramu.
namun waktu kini menuntunku, pada salah satu waktu yang setiap tahun aku tunggu, di salah satu ied aku coba memberanikan diri menyapamu, meski harus aku menerima semua kenyataan bahwa aku ada namun tak pernah di anggap ada oleh sekitarku, tak banyak kisah yang bisa aku banggakan, tak ada sesuatu hal yang menarik yang membuat orang melirik, pengacuhan itu begitu jelas dimataku pagi itu, bagaimana hal yang selama ini aku acuhkan, tentang materi jabatan da segala hal tentang kehidupan ini, lagi lagi membuat pukulan keras di hati dan pikiranku,.. ahhhh sudahlah, aku kini memilikimu, meski hanya aku yang memilikimu tanpa balas dan tanpa meminta persetujuan darimu. setidaknya sosokmu kini menjadi penguat diri ini, tohh tadipun kau lemparkan senyummu , meski tak kau sodorkan tanganmu untuk ku genggam tapi cukup buat mengobati semua yang mereka lakukan padaku.

masih di hari yang sama, namun dengan langit yang berbeda, aku tiba dipercakapan denganmu, memberanikan diri mintamu untuk tak pernah pergi, namun sebuah pinta itu tak berakhir di kata iya.
hatiku begitu hancur dalam seketika, ya jelaas itu bukan lah salahmu, sekali lagi itu bukanlah salahmu.
itu adalah salahku sendiri yang begitu terobsesi terhadapmu.
itu adalah salahku sendiri yang tanpa meminta persetujuan darimu aku memiliki separuh dirimu.
itu adalah salahku yang salah mengartikan segala kebaikanmu yang ku pikir sebuah rasa.

terimakasih telah memenuhi ruang ekspektasiku tanpa pernah singgah dalam nyataku.

alvikuye
11-08-2019
tasikmalaya

**mungkin mulai saat ini aku akan kembali menulis, entah tentangmu atau semua kisah yang entah kenapa begitu kuat lagi ku ingat**

Wednesday, January 23, 2019

menata kata

menata kata,
untuk hati yang kini sedang terluka,
mendekap harap yang kian menjerat.
menganggap semua biasa,
namun luka itu semakin nyata, saat kau sebut namanya dengan bangga.

aku bisa berada di ribuan musim untuk menunggumu.
aku bisa melangkah lebih lama hanya sekedar untuk menatap senyummu.
aku bisa memeluk duka sambil ku jaga tawaku.
aku bisa melakukan apapun untukmu.
tapi menggantikan namanya di hidupmu, aku tak berdaya.

untuk hati yang pernah patah mencintai kembali adalah anugrah.

didalam tuturmu, aku,
mempercayai arti cinta.
di indah bola matamu, aku,
kembali berharap.
dilengkung senyummu, aku,
menemui arti jalan pulang.
dan..
disatu nama yang kau ucap.
sesaat jantungku terlumat, hatiku patah.

kau adalah cinta yang tersesat, untukku yang terlalu berharap.

alvikuye
23-01-2019
tasikmalaya

Sunday, January 13, 2019

masih misteri

mencintai setelah patah hati bagaikan kita mengungkap sebuah misteri, dimana kesedihan menjadi prasasti, ada namun tertutupi gunukan senyum dan tawa ditiap harinya.
baru saja lengkung senyum itu merekah, mempercayai sebuah hati, mempercayai rasa meski tak menjadi cinta satu satunya, mempercayai arti pulang dilengkung senyumnya, dan mempercayai bahwa kelak aku benar benar menjadi pilihan.
namun sampai waktu ini singgah, potret wajahnya kau unggah, namanya begitu gagah kau ucap, diiringi senyummu yang kian merekah.
sekali lagi hatiku patah di sebuah senyum yang merekah.
ya, senyummu merekah hatiku patah.
lupakah kau, sosok yang pernah membuat lukamu singgah, luka yang ceritanya kau buat aku iba, menjadi orang yang dengan senang hati mengecap semua luka yang kau ucap, menjadikan diri ini telinga dari semua kesedihanmu, menjadi bahu tempat kau sandarkan semua perih lukamu.
ku temani sepimu, kulengkapi sendirimu, namun kini aku sadar sepimu hanya untuk di temani, sendirimu hanya untuk di lengkapi, namun dirimu tak pernah bisa ku miliki.
ya, mencintai setelah patah hati memang masih menjadi misteri.

alvikuye,
13-01-2019
tasikmalaya

Tuesday, December 4, 2018

dingin

menemukan satu titik.
diantara rintik hujan.
menjelma dalam riuh dalam kehampaan.
dalam sebuah rasa yang tersimpan.

kali ini aku benar benar bingung,
dengan rasa yang kian nyaring mengaum.
bak raja hutan yang perkasa rasa itu mulai menguasai seisi hati.
rindu dan semua rasa yang tersimpan semakin deras menghujam.

sementara itu, senyummu terbias oleh hujan siang tadi.
tawamu kini terpendam oleh setiap tetesannya.
sikapmu semakin dingin menusuk setiap rongga sepi dalam keriuhannya.

dalam dingin,

aku coba terus berlari, berpindah diantara rindang pohon yang memberikan hangat atau sekedar menyelamatkanku dari setiap tetesan  air hujan.

tak jarang, diantara rindang pohon itu begitu menggoda, mmbuatku ingin berlama lama bahkan berharap selamanya, namun apakah ini yang hati inginkan?

bukankah tujuan dari sebuah pendakian adalah puncak.

dan sebagai seorang pendaki, semakin mendekati puncak kita akan merasakan suhu yang semakin dingin. dan semakin dingin suhu udara, semakin dekat juga dengan puncak. 

lalu, untuk apa aku berlama lama berteduh diantara sekian banyak pohon yang begitu menggoda? toh pada akhirnya hati ini sudah menetapkan tujuannya. 

jikalau nanti aku tak menemui puncak yang diharapkan, dan terjatuh dalam jurang, aku pastikan aku akan tetap bahagia, karena aku pernah benar benar berjuang untuk sebuah hati yang benar benar aku percaya dan aku inginkan.

dan mulai sekarang biarkan aku menjadi sang pendaki sejati, yang tak kalah oleh terpaan suhu dingin, karena aku percaya, semakin dinging suhu, semakin dekat puncak yang ku tuju. dan biarkan aku jadikan kau satu satunya puncak yang kan ku tuju.

alvikuye,
4 desember 2018
tasikmalaya

Saturday, December 1, 2018

desember

Selamat datang desember, bulan yang selalu ku tunggu setiap tetesan air hujannya.
yang pernah menghanyutkanku pada jurang dimana aku enggan untuk di selamatkan.
jurang dimana luka merekah, air mata mengkristal, harapan menggumpal, diantara mimpi mimpi yang tersangkut diantara indah barisan bintangnya..

bulan yang mengajarkanku tentang cara menikmati secangkir kopi tanpa extrak tebu, bulan yang mengajarkanku berharap tanpa pernah tertatap.

kini aku hadir, setelah sekian tahun aku tersingkir. menata rasa, dengan hati yang baru yang kini sedang ku perjuangkan. semoga takan lagi ada kisah aku dan kamu yang tak pernah bisa jadi kita, kisah yang tak pernah berakhir jadi cinta. 

alvikuye,
1 desember 18
tasikmalaya

Wednesday, October 24, 2018

mentari


Tuhan memberikan hal yg jelas perihal cinta yang tak perlu memiliki..
Laksana matahari yg selalu dapat memberikan kehangatan saat malam terlepas, menjaga terang saat datang siang, dan memberi keindahan diujung langit peraduan..

Kini aku diujung sisi lain melihatmu, mengagumimu dari sisi terluar langit yang mulai menguning. 
masih dengan keriuhan yg kau ciptakan laksana raja diwaktu yg ku sebut siang..


Betapa berhaganya dirimu,
hingga tiba saat malamku kau titipkan sinarmu pada sangbulan,
Tepiskan heningku singkabkan dinginku..
Ingin rasa hati mendekat dan mendekap.
tapi bukan hangatmu yang ketemukan,
saat ku mendekat raga ini mulai terbakar 
saat ku mendekap jiwaku hilang.. 

mentari,
kaulah hal yang sangat berharga dihidupku, yang jelas ku takan mampu tanpamu.

mentari, 
cintakah ini, atau hanya renda indah yang membiaskan rasa menjadi cinta,

mentari,
salahkah ini, jikaku ingin mendekat dan mendekapmu,
bukankah cinta tak pernah salah?

mentari,
jika ini cinta mengapa ku tak bisa mendekapmu atau hanya sekedar mendekatimu.


mentari,
kenapa kau diam, mengapa kau tak jawab tanyaku.

mentari,
apakah ini kuasaNYA, kuasa sang pencipta dan maha cinta.
yang kini iya ingin menunjukan perihal cinta.
bahwa sesungguhnya memang cinta kadang tak harus memiliki.




Alun alun bandung
14 /09/2015
16:45

Thursday, October 4, 2018

cukup kenang aku

ada getaran yang menimbulkan gelombang dahsyat, yang menghanyutkanku pada masalalu..
ketika semua janji terucap pasti, ketika senyummu merona indah layaknya rona senja yang selalu kita bicarakan. mimpi mimpi terpelihara dengan layak, mimpi mimpi tentang masa depan yang kelak kan membuat kita menjadi sepasang manusia yang saling berbahagia. setiap tawa kan renyah terasa, bahkan jika suatu saat ada masalah aku selalu siap mengalah, agar senyummu tetap merekah. tapi semua itu sirna, tersapu oleh janji sehidup semati dan janji bersama dalam melangkah. ya, seseorang yang jauh lebih bisa membuat senyummu merekah, yang kini membuat hati ini patah.
sekian lama aku bersembunyi, diantara janji janji kita yang tak bisa ditepati dan diantara mimpi mimpi yang mati, namun hati beserta rasa yang entah mengapa begitu kekal dan abadi.. 
masih di persembunyianku aku tersungkur diamtara kepercayadirian yang baru saja terlahir kembali, di sebuah perjalanan mencari jati diri, aku tersesat dan tersudut di beranda media sosial yang lama tak ku kunjungi.
dengan sesak didada, aku merayakan patah hati,meresapi perih disetiap bingkai yang ku tatap, jemari begitu perih menahan luka di setiap slide yang coba terus ku jelejahi, mata ini pedih menyelami caption setiap bingkainya.
kini hanya satu yang ada di benakku, akankah suatu saat disela waktu luangmu terbesit aku dalam bingkai kenanganmu, cukup kenang aku, tanpa perlu terucap, cukup kenang aku tanpa perlu kau tatap, cukup kenang aku dan segera lupakan, karena ada orang yang harus kau segerakan untuk dibahagiakan.
dan bila waktu itu benar benar terjadi, ucapan terimakasih sudah lama terucap, seiring doa yang selalu kupanjatkan dan harap yang selalu ku dekap.

alvikuye,
serang banten
04 10 2010

Saturday, September 15, 2018

dari kepergianmu aku belajar.

dari kepergianmu aku belajar.
cara menikmati senja tanpa rona warna, dan lengkung indah senyummu.

dari kepergianmu aku belajar.
cara menikmati dingin tanpa dekap hangat, atau sapa singkat yang pernah membuat hangat sebuah percakapan.

dari kepergianmu aku belajar.
cara merindu tanpa sapa, tanpa tatap, dan tanpa suara.

dari kepergianmu aku belajar.
cara ikhlas dan melepas.

dari kepergianmu aku belajar.
cara menikmati secangkir kopi tanpa extrak tebu dan menikmati semua janji yang kini hilang arti.

dari kepergianmu aku belajar.
cara melengkungkan senyum meski batin termenung.

dari kepergianmu aku belajar.
ada jalan lain selain menghalalkanmu, memilikimu seutuhnya, namun jalan yang ku tempuh kini adalah mengiklaskanmu dan membiarkanmu menjemput bahagiamu meski bukan denganku.

dari kepergianmu aku belajar.
kau, kau bukan tempat aku pulang.

alvikuye
15 09 2018
karawang

Tuesday, July 24, 2018

rindu yang menggerutu

selamat pagi,
selamat menata hati,
selamat berbagi hati dengan cinta yang masih saja belum pasti.

mimpi,
kini telah menepi.
berganti dengan nyata yang harus ku jalani.
perihal perih masih saja menjadi penghuni sejati.
dari luka yang menyamar jadi rindu, atau penantian yang berujung pengabaian.

hey,.
sapa ini masih untukkmu,
dan sekelompok rindu yang masih saja menggerutu.
padahal baru saja kemarin malam kita bertemu, lagi pula apa haknya hati merindu, toh kita masih saja aku dan kamu, dua kata yang masih saja belum bisa jadi kita, dan sebuah cerita yang masih saja tak berakhir cinta.

alvikuye
24-07-18
tasikmalaya

Thursday, July 19, 2018

pergi

Pergi, bukanlah jalan yang aku kehendaki,

Tapi itulah takdir yang harus ku jalani,

Ketika perjuangan hilang arti,

Pergi jadi sebuah solusi yang tak bisa ku hindari.

 

Kau selalu ingin indahnya pelangi,

Tapi hadirnya hujan selalu kau caci,

Bukan kah pelangi tercipta setelah hujan hadir membasahi bumi,

Kenapa kau tak sabar dan mencoba menikmati kehadirannya.

 

Selepas pergi, yang aku harus segera lakukan adalah memulai.

Tapi bagaimana bisa kala rindu masih saja usil mengusik hati ini.

Membuka jengkal demi jengkal kenangan yang pernah terjadi,

Membuka cerita yang tak berakhir jadi cinta.

 

Pernah terbesit dalam pikiran liarku untuk kembali,

Mendambamu diujung rindu, memintamu dalam doa,

Memilikimu dalam imajinasi, mendakap dalam harap.

Tapi sejak kepergiaanku kau bukan lagi tempat tuk kembali.

alvikuye
17 07 2018
tasikmalaya

Wednesday, June 20, 2018

hari kemarin hujan membawa rindu semakin nyata, ya hujan yang pernah menahanmu di sini, memberi tambahan waktu untukku mengagumi lengkung indah bibirmu.
hujanpun membawa ingatanku kewaktu dimana sebuah ayunan di seberang jalan itu pernah mengayunkan ragamu, seraya angin, senyummupun mulai hadir, bersamaan sondtrack lagu cantik yang mungkin sengaja diciptakan untuk menggambarkan keindahan parasmu sore itu.
di titik henti ayunan yang berhenti mengayun, ku coba memberanikan diri menawarkan diri untuk duduk di jok depan motor yang akan membawamu pulang, sebenarnya aku ingin memboncengmu saat kita berangkat tadi, tapi nyali ini ciut.
sepasang rodapun kini mulai bergerak, memapas jarak yang sedari tadi hanya ada dalam imaji tersekat nyali yang ciut. ya, kini ragamu tepat di belakangku, tawamu sesekali begitu jelas terdengar, berlomba dengan angin yang riuh sepanjang perjalanan ini. meski hanya ada obrolan hemat, dan sedikit hal yang kita bicarakan, tapi itu cukup membuat pelangi tak lagi seiindah dulu, membuat pelangi tersipu malu, karena hadirmu dan senyummu jauh lebih indah daripada pelangi di penghujung senja.
-
-
-
alvikuye,
20-06-2018
#hutanpinuscidugaleun
www.alvikuye.blogspot.com

Tuesday, June 19, 2018

dekat dalam harap, jauh dalam dekap.

hai,
sapa ini masih untukmu,
seraya rindu yang juga masih bermuara di lengkung indah bibirmu.
liar imajinasi selalu mampu menenangkan hati.
berbicara tentang harap selalu membuatku dekat.
namun kenyataannya kau jauh untukku dekap.
tatap yang terbatas sekat, membuat rindu ini terjerat, menggunung bersama harap, yang semakin lama semakin mengikat, kuat, dan menjerat.
dilain sisi senyummu semakin memikat, namun yang bisa ku dekap hanya harap, dan rindu yang begitu menjerat, berharap kau hadir melepaskan ikatan rindu yang semakin kuat.
cepat, biarkan senyummu terlihat, biar rindu ini lepas dari ikatannya,
dan harap itu tak lagi tersekat berubah menjadi sebuah kenyataan.

alvikuye,
tasikmalaya,
19 06 2018
www.alvikuye.blogspot.com

lokasi : #curugbatublek

Thursday, June 14, 2018

ada dititik apa aku ini?

ada dititik apa aku ini?

berteman secangkir kopi di penghujung malammu, dipenghujung lelah, lelap terbawa mimpi, memastikan senyummu hadir di awal pagi.

ada dititik apa aku ini?

merindukanmu tiada henti, merangkai kata demi kata, menghayal sebuah obrolan dalam sebuah pertemuan, namun kata itu tak pernah bernada, kalimat itu mebisu tak bersuara.

ada di titik apa aku ini?

membisu kala bertemu, menggebu dalam merindu.

ada di titik apa aku ini?

ingin mengikat namun tak ingin menjerat, membuatku tersesat dalam kegalauan sebuah rasa yang tak sempat terucap meski jelas tersirat.

ada dititik apa aku ini?

resah ketika ceklis 2 tak jua membiru, gelisah ketika sudah biru namun tak jua ada balasan pesan darimu.

ada dititik apa aku ini?

merasa bahagia ketika hujan datang, hujan yang mampu menahanmu, memberikan tambahan waktu untukku mengagumi senyummu, meski dari pinggiran mata tanpa sapa.

ada dititik apa aku ini?

berteman dingin, mengantarkan sebuah senyuman sampai perbatasan, meski ku tak temui senyummu karena ketebasan mengenal nama busana yang kau kenakan.

ada di titik apa aku ini?

karena ketidak percayaan diri mencoba berhenti, pergi menafikan sebuah hati, namun yang kutemui hanya ada jalan untuk kembali.

ada dititik apa aku ini? 

egoku yang tak pernah bisa runtuh, kini luluh 

disebuah senyum yang tak bisa kumiliki secara utuh, namun apadaya jika memang hati ini sudah tersentuh, bangunan sekuat apapun akhirnya runtuh.

ada dititik apa aku ini?

ku temui sebuah anugrah ketika hati yang patah kembali merekah.

ada dititik apa aku ini? 

mencoba membawamu kepinggiran jurang, lalu aku akan dorong kamu jatuh kedalamnya, tanpa rasa sakit dan kesepian, jurang yang akan menyesatkanmu dalam kebahagiaan, hingga kau lupa air mata mengalir karena kecewa dan rasa sedih, karena di sana sedih akan jadi sebuah mitos, dan kecewa akan jadi hal yang tabu untuk di bicarakan dan dirasakan.

lalu........

-

-

-

-

ada dititik apa aku ini??

alvikuye,
14 juni 18
tasikmalaya

Wednesday, June 13, 2018

penculik

sapaku coba menyambutmu diawal pagi, menyambut cakrawala terbit dilengkung bibirmu. kisah penculik yang selalu jadi topik renyah disetiap obrolan kita, penculik yang sembunyi diantara temaram, penculik yang hadir di ujung kantuk, penculik yang membawa kita kedalam dunia mimpi, menculik sadarmu dan pesan balasan untukku.
hari ini aku kesal pada sipenculik itu, karena dy lupa mengembalikan semangatmu.
mengembalikan senyum sapamu, membuat kabut tebal yang menghalangi terbitnya cakrawala di lengkung bibirmu.
hmm, aku ingin memberimu semangat, walaupun aku tau itu tak mudah, dan jika kau sudi menerima biarlah ku bagi 2 sisa semangatku untukmu, agar kau kembali bersemangat, dan kabut itu lenyap, hingga aku bisa memastikan cakrawala tetap terbit disenyummu.
-
-
-
alvikuye,
13 06 2018
tasikmalaya,
www.alvikuye.blogspot.com

Monday, April 16, 2018

Celengan rindu

Okta : "akhir akhir ini aku sengaja tak menyapamu, memberi kesempatan kamu untuk menabung rindu, hingga tiba waktunya kita pecahkan celengan rindu itu bersama."
Nurma : "jadi kau akan pergi dan takan menyapaku okta?"
Okta : "ya sampai celengan itu tak lagi bisa menampung semua rindumu, aku akan segera datang membantumu memecahkan celengan itu"
Nurma : "kalau begitu kamu curang, dan apakah kamu tak memiliki rindu yang sama sepertiku saat kau tak menyapaku?"
Okta : "aku tetap merindumu, jauh jauh lebih merindu bahkan ketika hujan tak menyapa bumi  aku sangat merindumu."
Nurma : " tapi aku ingin kamu yang seperti biasa, menyapaku saat senja akannhadir dan malam sebelum larut, aku rindu obrolan kecil kita meski kau kadang tak jelas, aku merindukan itu, sudah , sudah cukup okta, kembali lah kita pecahkan saja celengan ini sekrang, aku ingin kau yang seperti biasa, sungguh.. "
Okta : " ya sudahlah, pintamu adalah bahagiaku nurma, dan selamat malam nurma." (sapa okta sambil tersenyum.)

Alvikuye
16 04 18
Tasikmalaya

Friday, April 13, 2018

Rupa warna yang berubah

Beberapa minggu kebelakang aku sengaja lewat depan rumahmu, sekedar menyampaikan rindu meski hanya sampai pekarangan rumahmu..
Seperti dalam bait doaku untukmu yang tak pernah putus, terselip rindu dalam setiap helaannya.. Kali ini aku sengaja mengganti rupa warna rumahku menjadi serupa dengan rumahmu, berharap saat kau singgah nanti kau merasa ini adalah rumah tempatmu pulang.. Sambilku belajar untuk menata halamanku, dan ku akan sulap menjadi taman yang indah. Aku tanam beberpa pohon dan macam macam bunga, berharap kau akan betah dibuatnya.. Walaupun kau tak jua singgah, setidaknya gumpalan rindu itu pecah, bersamaan rupa warna yang kini berubah, seperti rumah dimana kau pulang melepas lelah..
-
-
-
Alvikuye
Tasikmalaya
19-12-16

Saturday, April 7, 2018

Okta dan nurma part 1

Okta dan nurma..
Okta : " jika hujan itu kamu aku pastikan takan ada satu bagian tubuhku yang ku biarkan kering"
Nurma : "loh kenapa, bukan kah nanti kau akan kedinginan lalu kau sakit"
Okta : " tidak, karena aku tau hujan takan pernah melukai, sama seperti dirimu  aku percaya kau takan pernah bisa melukaiku, walau dengan kepergianmu aku masih bisa merayakannya, bersama 7 warna pelangi sehabis hujan itu reda."
Nurma : " jadi kau rela bila kepergianku jadi akhir kisah ini."
Okta : " ya kenapa tidak, toh semua pertemuan pastikan berakhir pada perpisahan, tinggal bagaimana kita menyikapi kepergian itu."
Nurma pergi, sambil menjaga bendungan air matanya agar tak meluap membasahi kedua pipinya..
Sementara okta, masih dengam egonya iya diam, menatap nurma yang semakin lama menghilang ditelan tirani hujan yang semakin lama semakin deras..
Sore itu senja begitu mengharukan.
Ketika hujan deras membuat semuanya jelas , hingga harus menyudahi sebuah kisah yang memang seharusnya tidak ada, dari cinta yang seharusnya segera di cabut sebelum berakar ditempat dimana cinta lama yang seharusnya tumbuh..
Kisah ini akan jadi awal, dari kisah okta dan nurma yang begtu singkat,.
Kini nurma dan okta terpisah, suaranya teredam suara gemuruh hujan, dan raga mereka terpisah dan menghilang diantara tirani hujan disenja dibulan april..
-
-
Alvikuye,
7 april 18
Tasikmalaya

Tuesday, April 3, 2018

Semoga

Kau adalah doa yang semoga tersemogakan dalam waktu sesingkat singkatnya dan bersama selama lamanya.
Hingga saatnya nanti aku bisa selalu menatapmu tanpa celah, dan mendengarkan suaramu tanpa jeda.
Rindu,
Rindu akan selalu hadir bahkan saat aku berkedip rindu itu selalu hadir.. Hadirmu takan mampu membunuh rindu itu, dan akupun tak berniat untuk membunuh rindu itu, karena bagiku mencintaimu adalah merindu tiada akhir, karena memilikimu masih saja jadi hal yang selalu kusemogakan..
-
-
-
-
Alvikuye
03-04-18
Tasikmalaya

Tuesday, March 27, 2018

Mang Jajang

9.46
aku duduk kembali di kursi meja kamarku yang sudah lama aku tak menempatinya.
10.10
aku baru saja selesai berbincang dengan tetanggaku, mang jajang namanya. iya sudah ku anggap sebagai saudaraku karena kalau ada apa apa aku selalu cerita padanya, begitupun dengan keluarganya akupun sudah dekat dengan mereka sejak lama. aku selalu cerita apapun padanya mulai masalah cinta , keluarga atau pekerjaan. atau sekedar masalah lampu di kamar yang mati aku cerita pada mang jajang :).
Mang jajang punya 3 orang putri yang cantik dan manis , syfa, alis, dan ara.
yang umur mereka masih pada muda, paling besar syfa kini baru kelas 6 sd. dan ara yang pling kecil baru berumur 3 tahun.
Mang jajang, adalah seorang pengusaha mie ayam dan es campur, mie ayamnya sudah sangat terkenal didaerahku apalagi es campurnya , saat bulan puasa hampir setiap sore es campurnya selalu ludes dibeli, bahkan pembeli rela antri untuk membeli es campur buatan mang jajang. walaupun begitu saat ini mang jajang hanya berjualan dibulan puasa karena keterbatasan waktu bekerja dikantor pnpm, yang pas disamping rumahku.
Mang jajang selalu punya jawaban dan pemikiran yang selalu membuat aku terkesan. entah itu perkara kehidupan, pekerjaan atau bahkan percintaan.
aku ingat dulu saat aku usaha morelinkku masih ada, dy adalah salah satu mentor terhebatku, dy membantu mulai dari pengembangan produk dari segi tekstur, rasa dan kemasan. bahkan dy pun banyak membantuku di segi sistem manajemen penjualan dan progres usaha aku kedepannya. mungkin mang jajang hanya lulusan sekolah dasar, namun pemahaman dalam segi usaha dan penjualan sungguh hebat.
dari mang jajang aku belajar, bagaimana pentingnya sebuah kejujuran, kerendah hatian, jiwa pantang menyerah dan selalu mensyukuri apa yang ada. dya tak pernah mengeluh tentang apa yang tuhan sudah berikan, selama kita masih berusaha selalu ada jalan.
seperti dimana dy bisa masuk dikantor pnpm ini, dulu dy hanya diberi gaji hanya ratusan ribu saja perbulan, sangat jauh untuk menghidupi keluarganya, ditambah lagi istrinya sedang mengandung de ara dulu yang pastinya perlu biaya lebih untuk mengurus kelahiran dan lain lainnya. tapi mang jajang selalu iklas menjalaninya. ketekunan dan keiklasannya kini membawa dy menjadi salah satu bagian penting di kantor pnpm ini, dengan latar belakng pendidikan yang hanya lulusan sd dan ijazahnya pun sudah ilang entah dimana, mang jajang sudah menunjukan kepada semua orang dan khususnya diriku bahwa apapun kita, siapapun kita, selama ada ketekunan, keiklasan, dan keinginan untuk terus berusaha akan selalu ada jalan, dan kuncinya selalu pegang teguh kejujuran dan ikhlas menjalani semuanya.
pria yang tak lepas dari penutup kepala itu entah topi atau peci dy akan selalu menjadi mentor didalam kehidupanku, pria yang biasa disapa mang jajang adalah salah satu orang terbaik yang dikirim tuhan untukku selalu mengaca diri agar menjalani kehidupan ini secara waras.
-
-
-
-
-
-
-


Alvikukuye
27-03-18
tasikmalaya

Monday, March 26, 2018

0.31

0.31
waktu yang kulihat baru saja di jam tanganku yang masih terpasang.
entah lupa atau sekedar gaya jam ini masih saja melingkar di pergelangan tanganku.
26-maret-2018
tanggal yang baru, ya... baru saja iya berganti.
langit masih gelap, pagi belum datang dan malampun masih belum berpamitan pulang.
sayup sayup suara harmoni malam kini mulai terdengar jelas.
memecah keheningan , mencoba menghibur para bintang dan bumi yang baru saja di guyur hujan.
Dan aku, masih terjaga, mencoba membuka lembaran baru di jendela 14 inchi sebagai jendela duniaku yang telah lama ku tinggalkan.
kehadiramu saat itu yang memintaku untuk menghapus tulisan tulisanku, mampu membungkamku,. tapi saat ini di jam 0.44 aku coba memberanikan diri untuk kembali menyuarakan rasa ini. bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri,, bukan untuk mengiba sebuah rasa darimu, aku hanya ingin menghargai hatiku, merayakan meriahnya patah hati, di iringi genderang harapan yang hanya menjadi ilusi, dan gemerlapnya kenangan yang kini hanya menjadi angan.
0.51 aku sudah bingung harus menulis apa lagi di tulisan pertama ini, mataku mulai terasa berat, otakku hanya berpikir bagaimana aku harus secepatnya tidur, dan tubuh ini berontak ingin segera berbaring. maka di jam 0.53 aku coba tutup tulisan ini.
dan sekali lagi aku hanya mencoba memberanikan diri untuk kembali menyuarakan rasa ini. bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri,, bukan untuk mengiba sebuah rasa darimu, aku hanya ingin menghargai hatiku, merayakan meriahnya patah hati, di iringi genderang harapan yang hanya menjadi ilusi, dan gemerlapnya kenangan yang kini hanya menjadi angan.
-
-
-
-
-
-
alvikuye
tasikmalaya 26-03-18


Saturday, January 13, 2018

Pagi sudah lama aku tak menyapamu dan dari miskinnya pembendaharaan yang ku miliki "rindu" masih saja jadi satu kata yang membuatku tetap jumawa..

Alvikuye
13 januari 18
Tasikmalaya

Wednesday, October 18, 2017

Menikmati keriuhan bersama setengah centi kopi.

Riuh suara musik,
Riuh suara gelak tawa dan obrolan para pemuja senja,
Riuh dentingan gelas , piring yang bersua sendok ataupun garpuh..
Seakan tak ingin kalah tetesan hujan berlomba menambah keriuahan ini.
Aku terduduk diantara keriuhan itu,,
Disalah satu sudut sebuah kafe menikmati secangkir kopi yang tinggal setengah centi..
Seakan menyemarakan keriuhan di senja ini, hati inipun riuh, kala tiada kabar darimu.. bila permintaan kabar untukku terlalu berat dan menyita waktumu, biarlah, jangan paksa dirimu berubah dan membuat jarak semakin bertambah.. biar aku belajar menikmati keriuhan ini, ditemani kopi yang tinggal setengah centi dan hujan yang tak jua berhenti..

Bandung,
18-10-2017
17:55

Sunday, October 15, 2017

Kau adalah energen

Aku kini duduk di salah satu persimpangan jalan kota kembang.
Kota yang membuat ragaku terlihat, suaraku terdengar dan pola fikirku terpahami..
Kota yang membuat mimpiku menjadi ramai mengalahkan hiruk pikuknya jalanan dikota ini..
Kota yang membuat langkah tak pernah mengenal lelah, melangkah terarah menuju ujung mimpi yang cerah..
Hingga suatu ketika kala mimpi mulai tak searah kaki melangkah menimbulkan lelah, hingga pada akhirnya langkah ini hilang arah..
Akupun beranjak pulang dengan hati pasrah karena langkah yang hilang arah..
Hari berganti minggu minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun aku hanya terdiam, sembunyi bagai pecundang yang tak lagi memiliki impian dan harapan..
Menunggu keajaiban dibalik jendela kamar dengan segala ketakutan yang membuatku nyaman untuk diam..
Mengahabisakan waktu ditemanin beberapa cangkir kopi yang sengaja tak ku tambahkan extrak tebu hanya untuk terjaga dari ketakutanku bermimpi..
Hingga suatu hari kau hadir membawa sebuah harapan..
Kau bagai energen yang mengenalkanku rasa manis, dan tak hanya itu kaupun memberiku energi yang membuat langkah ini kembali melangkah dan genggaman tanganmu tak lelah menuntunku untuk menunjukan arah..
Seperti tetesan hujan aku tak tau harus sebanyak apa berterimakasih padamu..
Yang jelas langkah ini menemukan arah karenamu, dan karenamu langkah ini tak berhenti melangkah..

18-10-17
Bandung..

Saturday, July 22, 2017

Bara

Bara,
Saat dingin tak terasa,
Menenggelam rasa dalam asa,
Cinta yang tak lagi bisa,
Menyatu dalam sebuah nyata.

Cerita,
Cerita Yang kini hilang nyata,
Menjadi bara sebuah kenangan yang tak henti melahap rasa,,
Waktu semakin menambah bara, membakar setiap rasa menjadi cemburu yang kian berasap,
Panas, ya panas..

Tapi kini api itu semakin membara,
Tanpa tau cara untuk memadamkannya,
Waktu sebagai penawar, kian lama kian hilang nyata, berubah wujud menjadi penyulut bara, semakin lama, semakin besar membara..
-
-
-
-

Alvikuye
3.40
22-07-2017
Tasikmalaya

Tuesday, July 18, 2017

Cinta baru

Selamat pagi,
Tak kala siang memang belum datang dan sehabis malam berpamitan pulang.
Aku masih terbaring diatas tempat tidurku, disekap mimpi yang masih tentang kamu.
lemah,
Lemah ketika ku pikir takan ada udara yang cocok lagi ku hirup setelah janji suci itu mematikan semua harapanku.
Sedih , ya aku sangat sedih,
Ketika luka menjadi semakin nyata dan kekal setelah kepergianmu..
Aku hanya rindu, tanpa pernah memintamu kembali.. Karena waktu kini telah sangat membuatku belajar bahwa saat luka semakin jelas, dan membekas, aku harus melepas dan ikhlas..
Bejalan melangkah keluar adalah solusi yang benar, merangkak naik untuk tetap menjadi yang terbaik, dan mendekap bahagia karena kini cinta baru telah hinggap..
-
-
-
-
Alvikuye
18-07-2017
Tasikmalaya

Saturday, July 15, 2017

Selamat pagi

Kau adalah energen yang berhasil membuat ku lupa tentang cara menikmati paitnya secangkir kopi hitam.
Terimakasih telah memberiku energi, untuk membiarkan jiwa ini mengecap manisnya dunia.
Terimakasih telah mengakhiri dahaga yang sudah beberapa semester ini membuatku menjadi lemah.
Terimakasih telah hadir dihidup ini, dan membawa pulang kepercayaan yang sempat hilang tentang arti setia dan cinta sesungguhnya..
Selamat pagi, dan semoga selalu berenergi dan jangan henti memberiku energi agar aku bisa membawamu pergi meninggalkan kesedihanmu untuk menuju samudra bahagia, dan mebiarkanmu tersesat disana hingga kau lupa dengan semua kesedihanmu..
Dengan segala ke kuranganku sekali lagi ku ucapkan selamat pagi, dan dengan semua hal yang aku miliki aku katakan aku sayang kamu.
Sederhana saja, berharap senyum indah dipagimu..

I love you sayang  :*

Alvikuye
15-10-2017
Bandung

Jangkrik

Dengar teriak jangkrik meringkik dipenghujung malam yang kian tak menarik.
Nyanyikan musik tanpa lirik, sang jangkrik berirama asyik.
Lihat disana fajar kini mulai melirik, siap mengusik para penikmat mimpi yang sedang asyik bermimpi dan enggan terusik.
Namun Jangkrik ini tetap asyik, memaikan musik tanpa lirik,
Di salah satu sudut dikota tasik.
-
-
-
-
-

Alvikuye, 15 juli 17
Tasikmalaya

Thursday, November 3, 2016

19 okt 2016

aku tiba di tegukan terakhir.  Hanya tinggal ampas kopi didalam cangkir itu.
Manis gula yang kucampurkan pada kopi ini sudah habis, kunikmati dengan aroma kerinduan dan kepulan asap masalalu, ditambah dentingan sendok yang bersua dengan sisi gelas memecahkan kesunyian dalam ruang hati yang sedang lirih.
Jika patah hati itu sejenis kopi , maka akan ada cara untuk menikmati paitnya.
Dan jika patah hati adalah kesemrautan dari perasaan, bukankah kadang lukisan abstrak itu juga masih bisa dinikmati.
Kawanku pernah bilang "saat kau patah hati kadang kita bisa menjadi lebih bijak" entah lah mungkin iya, mungkin juga tidak  semua tergantung dari kacamata apa yang akan kita pakai, saat kita pakai kaca mata hitam semua akan terlihat gelap, dan jika kita memakai kacamata yang bersih dan jernih kita akan melihat serupa apa yang terlihat dan lebih jelas.
Seorang motivator pernah berkata "kita tidak melihat sesuatu begitu saja, tapi kita melihat sesuatu sesuai dengan persepsi kita".
Patah hati memang menyakitkan. patah hati bukan hanya untuk ditangisi, Tapi kita bisa nikmati dan rayakan. Karena  mungkin saat itu tuhan sedang menunjukan cintanya, dan memberitaukan skenario nya, bukankah tuhan adalah sebaik baiknya sutradara dalam hidup kita 😀

Alvikuye
19oktober 16
‌ 11:19

Tuesday, October 4, 2016

Ketenangan

Ketenangan bukan hanya tentang berdiam diri menunggu dibalik jendela didalam ruangan yang sepi sendiri.
Tapi kadang kita harus menjemputnya, membiarkan bising angin yang berlomba menyapa Dan Membiarkan mata ini liar melihat lukisan sang maha indah. 

Ketenangan juga bukan berdiam diri diruang kedap suara, karena kadang ketenangan itu datang ketika kita saling berbagi bahagia dan tawa.

Dan sesungguhnya ketenangan itu datang dariNYA, tinggal seberapa besar kita berupaya.

Alvikuye,
04-10

Saturday, October 1, 2016

Welcome Oktober

Menarik melihat mentari dari selimut yang sedikit ditarik, membiarkan mata untuk melirik, sang mentari yang mulai terik.

Bulanpun kini berganti, namun masalalu masih memiliki daya tarik, mengingatkan sebuah lirikan mata seorang gadis berparas cantik, yang membuat ruang rindu ini jadi berisik.

Terimakasih september dan selamat datang oktober, semoga bulan ini akan semakin menarik .

Tasik, 01 10 16
Alvikuye