untuk hati yang patah mencintai kembali adalah sebuah anugrah.
aku sangat senang kata kata dari wira nagara diatas,
karena itulah yang aku rasakan.
merekatkan hati yang patah aku fikir itulah hal yang paling sulit, namun nyatanya membuka hati dan percaya pada hati yang baru jauh lebih sulit.
hingga aku tiba di suatu masa, dimana sosokmu hadir memenuhi obsesiku, melahirkan segala ambisi yang pada akhirnya tak pernah bisa terrealisasi.
sosok dari kisah masa kecilku yang mungkin tak pernah kau sadari aku begitu mengagumimu, tapi siapa peduli sebuah rasa dari bocah ingusan dimasa itu.
kau adalah sosok yang paling aku tunggu di dua solat ied, karena satu satunya kesempatanku menatapmu hanya ada di dua waktu itu, mengagumimu dari subuah tatapan tanpa pernah telontar sebuah sapaan. namun bagiku itu cukup, dua waktu dalam setahunku mampu menjagaku tak henti mengagumimu.
waktu berlalu, entah apa yang membuatku bisa menyapamu untuk pertama kalinya, sepertinya semesta telah merencanakan ini dan memberikan kesempatan untukku bisa dekat denganmu, mengagumi senyummu yang indah dari dekat hingga aku kini tau berapa lama dan centi kau lengkungkan senyummu, belum lagi kini aku bisa tau nada indah tawamu, serta semua kisah luar biasa tentangmu yang begitu luar bisa.
aaaaah, kau taukan kini perasaanku...
belum lagi kau yang kembali mengenalkanku pada embun dan mentari yang malu malu di setiap hariku, kau membuat ku berdamai dengan hari seninku. dan segala sapamu yang membuat hariku tak sehampa seperti saat itu.
kesimpulannya kini aku kembali jatuh cinta dan mulai percaya pada sosokmu yang berhasil membuat aku bangkit dengan caramu.
namun waktu kini menuntunku, pada salah satu waktu yang setiap tahun aku tunggu, di salah satu ied aku coba memberanikan diri menyapamu, meski harus aku menerima semua kenyataan bahwa aku ada namun tak pernah di anggap ada oleh sekitarku, tak banyak kisah yang bisa aku banggakan, tak ada sesuatu hal yang menarik yang membuat orang melirik, pengacuhan itu begitu jelas dimataku pagi itu, bagaimana hal yang selama ini aku acuhkan, tentang materi jabatan da segala hal tentang kehidupan ini, lagi lagi membuat pukulan keras di hati dan pikiranku,.. ahhhh sudahlah, aku kini memilikimu, meski hanya aku yang memilikimu tanpa balas dan tanpa meminta persetujuan darimu. setidaknya sosokmu kini menjadi penguat diri ini, tohh tadipun kau lemparkan senyummu , meski tak kau sodorkan tanganmu untuk ku genggam tapi cukup buat mengobati semua yang mereka lakukan padaku.
masih di hari yang sama, namun dengan langit yang berbeda, aku tiba dipercakapan denganmu, memberanikan diri mintamu untuk tak pernah pergi, namun sebuah pinta itu tak berakhir di kata iya.
hatiku begitu hancur dalam seketika, ya jelaas itu bukan lah salahmu, sekali lagi itu bukanlah salahmu.
itu adalah salahku sendiri yang begitu terobsesi terhadapmu.
itu adalah salahku sendiri yang tanpa meminta persetujuan darimu aku memiliki separuh dirimu.
itu adalah salahku yang salah mengartikan segala kebaikanmu yang ku pikir sebuah rasa.
terimakasih telah memenuhi ruang ekspektasiku tanpa pernah singgah dalam nyataku.
alvikuye
11-08-2019
tasikmalaya
**mungkin mulai saat ini aku akan kembali menulis, entah tentangmu atau semua kisah yang entah kenapa begitu kuat lagi ku ingat**